Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Peringati Isra Mi’raj, Perkuat Iman dan Pembinaan Warga Binaan
Bagansiapiapi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah, Rabu (21/1/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung di Lapangan Lapas Bagansiapiapi dan diikuti oleh seluruh petugas pemasyarakatan serta perwakilan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan rohani.
Peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum penting bagi Lapas Bagansiapiapi dalam menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, dan kedisiplinan beribadah, baik bagi petugas maupun warga binaan. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pembinaan mental dan spiritual sebagai penunjang proses pemasyarakatan yang humanis.
Isra Mi’raj merupakan peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang terjadi pada 27 Rajab. Peristiwa ini mengisahkan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha (Mi’raj). Peristiwa tersebut sarat dengan nilai keteladanan, amanah, serta kewajiban menegakkan salat sebagai fondasi kehidupan umat Islam.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai sarana introspeksi diri. Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam peristiwa tersebut harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Jadikan momen Isra Mi’raj ini untuk memperbaiki diri dan meluruskan kembali niat, agar kita semua dapat menjadi pribadi dan umat yang lebih baik lagi,” ujar Agus Imam Taufik.
Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga binaan agar siap kembali ke masyarakat. Dengan iman yang kuat dan kedisiplinan ibadah, diharapkan warga binaan mampu menjalani masa pidana dengan lebih positif dan produktif.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Bagansiapiapi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, religius, dan berorientasi pada pembinaan. Ke depan, pihak lapas akan terus mengintensifkan kegiatan keagamaan sebagai salah satu upaya pembentukan moral dan akhlak mulia bagi seluruh warga binaan.